Call CenterGugus Tugas COVID-19Kabupaten TTS081 246 482 540
Call CenterGugus Tugas COVID-19Kabupaten TTS081 246 482 540

Warta Dinkes TTS

Berita dan Informasi Seputar Pembangunan Bidang Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan

Previous Next

Sekertaris Dinkes Kab. TTS Kupas Tuntas "Evaluasi SIKDA Di Tengah Pandemi Covid-19 !!"

Evaluasi SIKDA Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan:

Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dihadiri 36 Kepala Puskesmas dan 36 Pengelola SIKDA Puskesmas, bertempat di Hotel Timor Megah SoE, berbagai masalah muncul kembali dalam penerapan SIKDA di Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan hal tersebut di kupas tuntas oleh Ibu Halen Saudale, S.Sos, M.Ap  selaku  Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dalam evaluasi tersebut disampaikan beberapa analisis dan pokok pikiran sebagai berikut

  • Patokan pelaksanaan fungsi tugas puskesmas pada permenkes nomor 43 tahun 2019.
  • Evaluasi adalah pekerjaan yang berat, kita buka kembali lembaran kerja kita untuk kita lihat kembli apakah salah, kurang atau lebih.
  • SIKDA merupakan sistem yang dibuat pemerintah untuk memudahkan kita, meringkas waktu, lebih fokus dan terpusat, cepat selesai.
  • Evaluasi start awal dari data, kalau tidak ada data mau rencana apa?
  • Data disebut informasi jika diolah
  • Data baku jadi informasi baru dihentar ke perencanaan. Seperti di musrenbang. Pakai prioritas, jadi harus ada data. Data dibahas dilinsek dan dibawa keforum untuk diperjuangkan di kabupaten.
  • Perencanaan harus tahu betul bahwa ini persoalan yang harus diselesaikan, bukan liat orang lain punya dan bilang sama
  • Evaluasi pertama adalah evaluasi diri, karena akan sulit untuk evvaluasi orang lain jika tidak evaluasi diri.
  • Mimpi saya kita turun puskesmas sisir satu kali masing-masing bidang menghadap program masing-masing, kemudian kita kembali dan evaluasi. Hasil itu yang ditindaklajuti puskesmas. Bulan berikut kita turun lagi.
  • Mau benar-benar menjadi seorang kapus atau tidak? memang tidak mudah pasti ada masalah, karena memang Tuhan sudah gariskan, supaya jadi orang kuat. Lakukan saja apa yang menjadi tugas kita, karena kedepan Tuhan yang tentukan.
  • SIKDA adalah laporan paling lengkap. 12 SPM ada dalam SIKDA jadi kalau evaluasi SIKDA kita evaluasi SPM.
  • Cakupan SPM tidak ada perubahan jadi cari strategi agar bisa tercapai. Agar bisa tercapai kita kembali kedata.
  • Beban kerja dan anggaran klop jadi capaian SPM tidak dirubah.
  • SIKDA dinkes aturannya sudah ada jadi ada regulasi. Sistem informasi ini untuk pengambilan keputusan. Jadi harus ada data.
  • Sistim informasi puskesmas kalau dibuat dengan lengkap maka 10 tahun kemudian kita bisa berdiri diatas kaki sendiri tidak perlu marah-marah atau dituntun dan tidak perlu ada masalah.
  • Kalau sudah evaluasi kita melaporkan apa yang sudah dikerjakan, dalam bentuk tertulis secara berkala, bulanan, triwulan, semester, tahunan.
  • Data kadang tidak ada atau tidak dibuat. Tapi SPJ sudah jalan ini susah juga.
  • Kalau kerja betul tidak perlu ragu lagi tanpa disuruh juga sudah diantar dan paling gampang sudah kalau dilaksanakan dengan benar.
  • Laporan bulanan, apa yang kita kerja tiap bulan itu yang diantar
  • Evaluasi pengiriman laporan SIKDA.
    Hasil kegiatan Monev SIKDA di puskesmas : Tidak ditulis dalam register poli umum. Ini bagaimana bapak/ibu kalau terjadi sesuatu? Kalau catatan awal saja tidak ada, kalau terjadi sesuatu kita mau bagaimana? 15 penyakit terbanyak tidak sesuai kode ICD 10, Hati-hati diregister tidak ada tapi dilaporan ada. Nanti kita kacau balau, Tidak ada rekapitulasi bulanan, Register tidak diisi lengkap sesuai elemen data yang ada padahal bisa diisi.
    Softcopy beda dengan hard copy, Mohon perhatikan catatan-catatan yang suda dikasi dan ditindak lanjuti., Tambahan tentang BOK. Data jangan dibuat-buat jangan tunggu. Model pertanggung jawaban dipuskesmas adalah yang paling sederhana. Kenapa salah terus? Yang bekerja itu siapa? Atau tidak kerja, kerja betul atau tidak?, Perbaiki sistim kerja dipuskesmas, kerja dalam sistim terbuka,  dan Fungsikan semua lini dipuskesmas sehingga semua berjalan baik.  

Kesepakatan  setelah evaluasi SIKDA  antara lain :

  • Setiap selesai pelayanan harus mensinkronkan data antara loket, poli dan apotik setiap hari setelah pelayanan untuk dilaporkan kepada kepala Puskesmas.
  • Kepala Puskesmas wajib memeriksa keakuratan dan keabsahan laporan sebelum dikirimkan ke kabupaten.
  • Tutup laporan di puskesmas setiap tanggal 28 bulan berjalan Tanggal laporan dikirimkan ke Dinas Kesehatan paling lambat tanggal 5 setiap bulannya
  • Puskesmas wajib menggunakan sasaran SPM sesuai SK Bupati / Kepala Dinas dan melaporkan setiap bulan pencapaiannya termasuk realisasi anggaran per indicator SPM
  • Dokumentasi kegiatan minilog dilaporkan dalam bentuk foto dan video
  • Mengirimkan jadwal minilog bulan Juli sampai Desember 2020 untuk didampingi.
  • Memanfaatkan WA Grup SIKDA sebagai media informasi kelengkapan pengiriman laporan dan feedback masalah dalam pengentrian laporan setiap bulan.
  • Laporan SIKDA Soft Copy dapat di email ke alamat e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Previous Next

Peran Aktif Anggota DPRD Provinsi NTT Dapil Kab. TTS Ditengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 20 Juni 2020 bertempat di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Anggota dewan DPRD Provinsi NTT yang diwakili oleh Bapak Eduard M.Lioe,Spd.SH.,M.Hum atau yang biasa disapa Buce Liu membagikan Rapid Test Covid-19 sebanyak 500 test kepada Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, harapan dari Bapak Buce Liu terkait bantuan tersebut agar berguna bagi masyarakat TTS yang membutuhkan.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Eirene Ina Deika Ate menyatakan ungkapan terimakasih yang mendalam bagi anggota dewan DPRD Provinsi NTT atas bantuan tersebut karena saat ini tingkat kebutuhan Rapid test cukup tinggi, nantinya bantuan tersebut (Rapid Tes)  akan didistribusikan kepada  Puskesmas berdasarkan tingkat pelaku perjalanan, hal ini disebabkan  gencarnya  beberapa Puskesmas dalam melaksanakan Rapid Tes Covid-19 massal. Puskesmas  yang sedang melaksanakan rapids tet massal  antara lain Puskesmas Kota, Puskesmas Niki-Niki dan Puskesmas Siso, lanjut Kepala Dinas Kab. TTS, Pentingnya Rapid test COVID-19 dilakukan untuk mendeteksi apakah di dalam darah terdapat antibodi IgM dan IgG yang bertugas melawan virus Corona atau tidak. Kedua antibodi ini diproduksi secara alami oleh tubuh ketika seseorang telah terpapar virus Corona.

Di Kabupaten TTS sendiri rapid test covid-19 baru dilaksanakan bagi masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 seperti yang sedang dilaksanakan oleh Puskesmas kota sedangkan Puskesmas Niki-Niki dan Puskesmas Siso melaksanakan rapid test khusus bagi pelaku perjalanan. Dari hasil pemeriksaan tersebut akan terdapat dua kemungkinan hasil, yakni positif dan negatif. Jika hasil rapid test  positif, ada 4 kemungkinan yang sedang terjadi:

  1. Anda sedang mengalami infeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dan daya tahan tubuh Anda sedang melawannya.
  2. Anda sudah lama terinfeksi SARS-CoV-2 dan daya tahan tubuh masih berjuang melawannya.
  3. Anda pernah terinfeksi SARS-CoV-2, namun daya tahan tubuh telah berhasil melawannya.
  4. Anda terinfeksi virus lain yang berada dalam keluarga virus Corona, misalnya HKU1 coronavirus yang umum menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.

Akan tetapi, ini semua hanya kemungkinan dan tidak dapat dijadikan dasar diagnosis. Untuk pemeriksaan yang lebih akurat, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan menggunakan metode swab dan Tes PCR.

Diakhir kata Kadis Kesehatan berpesan agar pada masa masa ini, protokol kesehatan wajib dilaksanakan oleh semua lapisan  masyarakat  baik itu disiplin menggunaan masker, menjaga jarak  dan rajin cuci tangan  sehingga kita bersama sama dapat  memutus rantai penyebaran virus ini.

Previous Next

Workshop Sopir Mobil Ambulance/Pusling Kabupaten Timor Tengah Selatan Thn 2020

Pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dan merupakan tujuan mendasar dari keberadaan Dinas Kesehatan dan Puskesmas di daerah. Untuk mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan dibutuhkan mobilisasi baik petugas kesehatan maupun pasien. Untuk  tujuan  itulah keberadaan tenaga sopir merupakan suatu kebutuhan wajib bagi Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan.  

Dengan berbagai kondisi keterbatasan daerah, saat ini dari 36 puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Tumor Tengah Selatan, Tenaga Supir dengan status PNS baru dimiliki oleh 6 puskesmas. Mengingat peran penting dari supir terkait pelaksanaan pelayanan kesehatan  masyarakat di wilayah kerja puskesmas, maka pemerintah daerah menyediakan alokasi anggaran untuk tenaga non PNS yang membantu pelayanan kesehatan sesuai peran dan tanggung jawabnya. Dengan keadaan latar belakang pengetahun dan pemahaman tenaga supir yang bervariasi dan adanya tuntutan dalam penggunaan dan pemeliharaan Mobil ambulance /pusling yang berbeda dengan mobil umum lainnya maka diperlukan suatu kegiatan pembekalan bagi tenaga supir ambulans/pusling baik di puskesmas maupun dinas kesehatan Kab. TTS.

Workshop supir ambulance/pusling bagi supir puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2020 dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan juga pemahaman bagi para supir untuk dapat memahami peran dan tanggung jawabnya dalam penggunaan dan pemeliharaan kendaraan (pusling) sehingga kendaraan dapat dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab sesuai peruntukannya demi adanya pelayanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan

Peserta yang yang hadir dalam pertemuan ini berjumlah 41 orang Supir, dengan perincian sebagai berikut 36 orang supir puskesmas dan 5 orang supir Dinas Kesehatan, sedangkan Nara Sumber dalam Kegiatan Ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kab. TTS, Polres TTS, Toyota Cabang SoE, Dinas Perhubungan, Dinas Nakertrans, dan Dinas kesehatan Kab. TTS

 

Sumber : Bidang SDK Dinkes Kab. TTS

Previous Next

Pertemuan Pembentukan Tim Pengawasan Obat Dan Makanan Kecamatan Fatumnasi Thn 2020

Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, sebagai penyelenggara pembangunan kesehatan, Puskesmas Bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan maupun kelompok dan Upaya kesehatanan masyarakat yang ditinjau dari sistem kesehatan Nasional merupakan Fasilitas  Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (Depkes RI,2009). Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya Promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya (Perkesmas 75 Tahun 2014).

Expaire date (tanggal kadaluwarsa) obat dan makanan merupakan tanggal berakhir penggunaan yang aman dari produsen obat (pabrik farmasi) dan makanan yang menjamin bahwa obat/makanan dapat memberikan potensi yang aman dan optimal. Tanggal kadaluwarsa obat/makanan umumnya tertera pada label baik obat-obatan yang diresepkan, obat bebas, suplemen makanan bahkan obat-obatan herbal. Peningkatan produksi obat semakin lama semakin banyak yang diikuti dengan konsumsi masyarakat akan obat yang semakin meningkat pula. Hal tersebut didukung dengan akses dalam memperoleh obat yang semakin mudah, dimana obat-obatan selain diperoleh diapotik atau toko obat, obat-obatan juga di jual bebas di kios atau warung yang mudah dijangkau.

Dengan maraknya kasus keracunan makanan dan penjualan obat-obatan di kios atau warung, konsumen harus mewaspadai tanggal kadaluwarsa pada obat/makanan. Untuk mencegah penggunaan obat/makanan yang sudah kadaluwarsa maka dilakukannya pengawasan obat/makanan pada kios atau warung. Pengawasan obat/makanan di kios atau warung  merupakan proses yang dilakukan untuk memastikan ada tidaknya penjualan obat-obatan/produk makanan yang sudah kadaluwarsa dan obat-obatan yang diberikan harus dengan resep dokter. Selain obat, kios atau warung juga merupakan sarana yang mudah dijangkau masyarakat untuk mendapatkan makanan dan minuman. Makanan dan minuman ini tentunya sering dikonsumsi masyarakat sehingga harus dijaga keamanannya dan perlu adanya pengawasan tersebut.

Kegiatan pengawasan pada kios dan warung di suatu wilayah perlu adanya kerjasama keterlibatan antara Lintas sektor yang diantaranya adalah Dinas Kesehatan, Camat, TNI dan POLRI serta Puskesmas. Tujuan dari kegiatan ini adalah terlaksananya pembentukan Tim Pengawasan Obat dan Makanan tingkat Kecamatan Fatumnasi, adanya pembagian tugas dan tanggungjawab Tim Pengawasan Obat dan Makanan berdasarkan Surat Keputusan Camat, Terlaksananya Kegiatan Monitoring Pengawasan Obat dan Makanan di Wilayah Kerja Puskesmas Fatumnasi secara berkala.

 

Sumber : Bidang SDK Dinkes Kab. TTS

History Selayang Pandang Dinkes Kab. TTS Tahun 2018

Pencapaian pembangunan kesehatan  di Kabupaten Timor Tengah di tahun 2018, merupakan hal patut disyukuri, ini semua disadari karena Tuhan yang memberikan kemampuan kepada Kepala Dinas Kesehatan dr. Eirene Ina Deika Ate dan seluruh jajarannya. Bukan hal yang mudah pencapaian ini misalnya pembangunan  prototype puskesmas sebanyak 12 unit di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kiranya Tuhan selalu menolong. Uis Neno Nokan Kit

Previous Next

On The Job Training Laboratorium Tenaga Analis Kesehatan dalam Pencegahan dan Penanganan COVID-19

Upaya kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari pelayanan kesehatan perseorangan primer dan pelayanan kesehatan masyarakat primer. Upaya kesehatan tersebut dikelompokkan menjadi upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pilihan. Dengan makin berkembangnya teknologi kesehatan, meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas, adanya transisi epidemiologi penyakit, perubahan struktur demografi, otonomi daerah, serta masuknya pasar bebas, maka puskesmas diharapkan mengembangkan dan meningkatkan mutu layanannya. Untuk meningkatkan mutu pelayanan yang optimal , maka diperlukan kegiatan yang dapat menentukan diagnose penyakit secara pasti yaitu pelayanan laboratorium yang bermutu.

Pada saat ini semua daerah di hadapkan pada situasi Pandemi Covid-19, sudah menyebar hampir di semua daerah termasuk Provinsi NTT khususnya Kabupaten TTS. Untuk mengantisipasi penyebaran dan upaya pencegahan dan penanganan Covid -19 tersebut perlu dipersiapkan salah satunya adalah peningkatan kemampuan dan ketrampilan petugas analis kesehatan yang ada di puskesmas Kab. TTS dalam pemeriksaan laboratorium Covid -19

Salah satu kegiatan yang harus dilakukan adalan OJT ( On the Job Training ) bagi petugas analis kesehatan puskesmas yaitu pelatihan singkat tentang cara melakukan pemeriksaan Rapid Test dan cara pengambilan sampel Swab tenggorokan untuk pemeriksaan PCR, Tujuan Kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan ketrampilan petugas analis kesehatan dalam pemeriksaan laboratorium Covid-19 dalam hal melakukan pemeriksaan Rapid Test dan cara pengambilan sampel Swab tenggorokan untuk pemeriksaan PCR.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 & 16 Mei  2020 di Aula Hotel Timor Megah SoE Kabupaten TTS dengan Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 40 (empat puluh) orang dari 31 (Tiga puluh satu) Puskesmas. Pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari Dana BTT Kab.TTS Tahun Anggaran 2020. Narasumber dalam kegiatan ini 4 orang terdiri dari Kepala dinas kesehatan Kab. TTS, dokter Spesialisis Patologi Klinik RSUD SoE, Bagian PPI RSUD SoE dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes TTS

 

Sumber : Bidang SDK Dinkes TTS

Tertunda Sejak Tahun 2018, Terkabul  Tahun 2020 ! Bukti Komitmen Kab. TTS

Tertunda Sejak Tahun 2018, Terkabul Tahun 2020 ! Bukti Komitmen Kab. TTS

Pembangunan Gedung Puskesmas Prototype sangat diharapakan masyarakat untuk peningkatan kesehatan masyarakat, harapan ini menjadi mimpi masyarakat di Kecamatan Kualin, mimpi dan harapan masyarakat Kecamatan Kualin yang tertunda dari tahun 2018, kini bisa tersenyum bahagia dengan terkabulnya pembangunan Puskesmas Prototype Puskesmas Kualian di Tahun 2020. Dan ini memicu semangat pelayanan tenaga medis dan paramedis, untuk meningkatkan pelayanan sesuai predikat kelulusan akreditasi UTAMA.

Dukungan dan Komitmen Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan memberikan alokasi anggaran sumber Dana Alokasi Umum (DAU) untuk lanjutan pembangunan Puskesmas Kualin. Pekerjaan fisik pembangunan Puskesmas Kualin telah dimulai ditandai dengan penandatangan Kontrak PPK dengan PT. Jery Karya Utama. Nahad S.E Baunsele,SKM,MPH  selaku PPK berharap pembangunan Puskesmas Prototype  Puskesmas Kualin lebih cepat diselesaikan dari waktu kontrak dengan tetap menjaga mutu kualitas bangunan.

Bravo…Pemda TTS, Ka.Dinkes, PPK dan Pihak – Pihak terkait lainya. Uis Neno Nokan Kit

Previous Next

History Puskesmas Polen Menuju Akreditasi Madya

Dalam Peningkatan mutu pelayanan puskemas maka diadakan Akreditasi untuk meningkatkan standar pelayanan kepada masyarakat, salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten TTS yaitu Puskesmas Polen, Kegiatan Akreditasi ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dengan tim Tim yang langsung datang dari Kementrian Kesehatan.

Dinas Kesehatan

KabupatenT T STimor Tengah Selatan
Alamat
Jalan R.A. Kartini No. 1
Soe - TTS
Provinsi - NTT
Telpon
(0388) 21024
Email
dinaskesehatantts@gmail.com

Statistik Kunjungan

Hari ini 39

Kemarin 45

Minggu ini 84

Bulan ini 724

Total Kunjungan

26753