Previous Next

Evaluasi SIKDA Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan:

Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dihadiri 36 Kepala Puskesmas dan 36 Pengelola SIKDA Puskesmas, bertempat di Hotel Timor Megah SoE, berbagai masalah muncul kembali dalam penerapan SIKDA di Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan hal tersebut di kupas tuntas oleh Ibu Halen Saudale, S.Sos, M.Ap  selaku  Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dalam evaluasi tersebut disampaikan beberapa analisis dan pokok pikiran sebagai berikut

  • Patokan pelaksanaan fungsi tugas puskesmas pada permenkes nomor 43 tahun 2019.
  • Evaluasi adalah pekerjaan yang berat, kita buka kembali lembaran kerja kita untuk kita lihat kembli apakah salah, kurang atau lebih.
  • SIKDA merupakan sistem yang dibuat pemerintah untuk memudahkan kita, meringkas waktu, lebih fokus dan terpusat, cepat selesai.
  • Evaluasi start awal dari data, kalau tidak ada data mau rencana apa?
  • Data disebut informasi jika diolah
  • Data baku jadi informasi baru dihentar ke perencanaan. Seperti di musrenbang. Pakai prioritas, jadi harus ada data. Data dibahas dilinsek dan dibawa keforum untuk diperjuangkan di kabupaten.
  • Perencanaan harus tahu betul bahwa ini persoalan yang harus diselesaikan, bukan liat orang lain punya dan bilang sama
  • Evaluasi pertama adalah evaluasi diri, karena akan sulit untuk evvaluasi orang lain jika tidak evaluasi diri.
  • Mimpi saya kita turun puskesmas sisir satu kali masing-masing bidang menghadap program masing-masing, kemudian kita kembali dan evaluasi. Hasil itu yang ditindaklajuti puskesmas. Bulan berikut kita turun lagi.
  • Mau benar-benar menjadi seorang kapus atau tidak? memang tidak mudah pasti ada masalah, karena memang Tuhan sudah gariskan, supaya jadi orang kuat. Lakukan saja apa yang menjadi tugas kita, karena kedepan Tuhan yang tentukan.
  • SIKDA adalah laporan paling lengkap. 12 SPM ada dalam SIKDA jadi kalau evaluasi SIKDA kita evaluasi SPM.
  • Cakupan SPM tidak ada perubahan jadi cari strategi agar bisa tercapai. Agar bisa tercapai kita kembali kedata.
  • Beban kerja dan anggaran klop jadi capaian SPM tidak dirubah.
  • SIKDA dinkes aturannya sudah ada jadi ada regulasi. Sistem informasi ini untuk pengambilan keputusan. Jadi harus ada data.
  • Sistim informasi puskesmas kalau dibuat dengan lengkap maka 10 tahun kemudian kita bisa berdiri diatas kaki sendiri tidak perlu marah-marah atau dituntun dan tidak perlu ada masalah.
  • Kalau sudah evaluasi kita melaporkan apa yang sudah dikerjakan, dalam bentuk tertulis secara berkala, bulanan, triwulan, semester, tahunan.
  • Data kadang tidak ada atau tidak dibuat. Tapi SPJ sudah jalan ini susah juga.
  • Kalau kerja betul tidak perlu ragu lagi tanpa disuruh juga sudah diantar dan paling gampang sudah kalau dilaksanakan dengan benar.
  • Laporan bulanan, apa yang kita kerja tiap bulan itu yang diantar
  • Evaluasi pengiriman laporan SIKDA.
    Hasil kegiatan Monev SIKDA di puskesmas : Tidak ditulis dalam register poli umum. Ini bagaimana bapak/ibu kalau terjadi sesuatu? Kalau catatan awal saja tidak ada, kalau terjadi sesuatu kita mau bagaimana? 15 penyakit terbanyak tidak sesuai kode ICD 10, Hati-hati diregister tidak ada tapi dilaporan ada. Nanti kita kacau balau, Tidak ada rekapitulasi bulanan, Register tidak diisi lengkap sesuai elemen data yang ada padahal bisa diisi.
    Softcopy beda dengan hard copy, Mohon perhatikan catatan-catatan yang suda dikasi dan ditindak lanjuti., Tambahan tentang BOK. Data jangan dibuat-buat jangan tunggu. Model pertanggung jawaban dipuskesmas adalah yang paling sederhana. Kenapa salah terus? Yang bekerja itu siapa? Atau tidak kerja, kerja betul atau tidak?, Perbaiki sistim kerja dipuskesmas, kerja dalam sistim terbuka,  dan Fungsikan semua lini dipuskesmas sehingga semua berjalan baik.  

Kesepakatan  setelah evaluasi SIKDA  antara lain :

  • Setiap selesai pelayanan harus mensinkronkan data antara loket, poli dan apotik setiap hari setelah pelayanan untuk dilaporkan kepada kepala Puskesmas.
  • Kepala Puskesmas wajib memeriksa keakuratan dan keabsahan laporan sebelum dikirimkan ke kabupaten.
  • Tutup laporan di puskesmas setiap tanggal 28 bulan berjalan Tanggal laporan dikirimkan ke Dinas Kesehatan paling lambat tanggal 5 setiap bulannya
  • Puskesmas wajib menggunakan sasaran SPM sesuai SK Bupati / Kepala Dinas dan melaporkan setiap bulan pencapaiannya termasuk realisasi anggaran per indicator SPM
  • Dokumentasi kegiatan minilog dilaporkan dalam bentuk foto dan video
  • Mengirimkan jadwal minilog bulan Juli sampai Desember 2020 untuk didampingi.
  • Memanfaatkan WA Grup SIKDA sebagai media informasi kelengkapan pengiriman laporan dan feedback masalah dalam pengentrian laporan setiap bulan.
  • Laporan SIKDA Soft Copy dapat di email ke alamat e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Teguh  P. Sabat,SKM,M.Kes
Author : Teguh P. Sabat,SKM,M.Kes
Jabatan Struktural Disini
Pemerhati masalah kesehatan yang aktif di Bagian Subbag Program, Pengendalian dan Pelaporan | Telah bekerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten TTS sejak tahun 2007