Previous Next

PGBT memastikan bahwa anak-anak berusia 6-59 bulan yang menderita gizi buruk tanpa komplikasi medis dapat diberikan pengobatan rawat jalan dan anak gizi buruk dengan komplikasi mendapatkan layanan rawat inap sampai kondisinya stabil dan dilanjutkan dengan layanan rawat jalan. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka dilaksanakanlah Penanganan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) ini sebagai salah satu cara pencegahan masalah Gizi di Kabupaten Timor Tengan Selatan sekaligus untuk menurunkan angka stunting.

Kabupaten Timor Tengah Selatan telah dilaksanakan Orientasi Penanganan Gizi Buruk Terpadu (PGBT) di 11 Puskesmas sejak bulan Januari 2019 dengan mengacu pada pedoman pelaksaaan yang sudah diperoleh saat pelatihan PGBT bulan Desember tahun 2018, sehubungan dengan hal tersebut maka monitoring dan evaluasi terus dilakukan secara terpadu oleh tim PGBT kabupaten, oleh karena itu, perlu dilakukan pertemuan evaluasi secara bersama dalam menemukan permasalahan dan pemecahan masalahnya.

Tujuan Umum kegiatan ini adalah melakukan pendekatan untuk meningkatkan cakupan pelayanan dan pengobatan anak penderita balita gizi, melakukan identifikasi kasus balita kurus sedini mungkin sebelum terjadi komplikasi dan melalukan perawatan terhadap anak balita kurus/sangat kurus sesuai pedoman Tatalaksana PGBT.Kegiatan ini diikuti oleh 20 tenaga kesehatan yang berada di wilayah kerja puskesmas fatumnasi dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTS. Pelaksanaan kegiatan dari tanggal 9 Juni s/d 12 juni 2020.

Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga & Gizi Masyarakat

Nelson Sula, SKM.M.MB
Author : Nelson Sula, SKM.M.MB
Sanitarian Muda pada Seksi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan